Senin, 21 April 2014

MASA - MASA SMA ( 1984 - 1987 )



Masa masa SMA …
Betul kata orang orang kalau  masa SMA adalah masa yang paling indah . Banyak kenangan manis yang bunda lalui di masa masa ini .  Bertambahnya teman dan sahabat di sekolah juga di luar sekolah bahkan di luar daerah . Bertambahnya pengalaman hidup dengan mengikuti berbagai kegiatan dan masih banyak lagi hal hal yang mengesankan selama menjalani masa masa SMA ini.
Kegiatan bunda  selama SMA  cukup beragam, antara lain di sekolah pernah sebagai  Ketua Kelas , juga sebagai  pengurus OSIS ,  aktif di Pramuka  ( kegiatan yang sudah bunda ikuti sejak SD ) , aktif di organisasi kepemudaan Islam yaitu IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) dan juga bersama teman-teman bunda membentuk  2 Sanggar Seni yaitu Sanggar Seni Wirakarya dan Sanggar Seni Gita Ning Tyas .  Sanggar Seni Wirakarya adalah bentukan dari teman-teman sesama  anggota Pramuka yang waktu itu saat bunda kelas II (dua) SMA mengikuti  Kegiatan Perkemahan Wirakarya se Sulawesi Selatan  yang diselenggarakan di Kota bunda. Kegiatan Perkemahan yang waktu itu di buka langsung oleh Pangdam VII Wirabuana diikuti oleh peserta dari 23 kabupaten kota yang ada di Sul Sel . 
Adapun kegiatan yang  kami jalani saat Perkemahan Wirakarya ini  selain kegiatan rutin perkemahan , kami juga mengadakan Bakti Sosial, Penghijauan, Long March dan Pentas Seni . Bunda dan teman teman dari Kota Pare Pare menampilkan Tari Rinai Hujan    ( yang nari , bunda, mb Irha, mb Lala, Zul, yg lainnya lupa ..he he he ). 
Dari kelompok Tari itulah cikal bakal Sanggar Seni Wirakarya yang kami bentuk  dan beranggotakan siswa siswi SMA Negeri 1 Pare Pare.  Cukup banyak kegiatan yang kami lakukan di sanggar ini, antara lain Seni Peran, Seni Tari dan Vokal Grup .
Ada cerita dikit nih saat mengikuti PW ini , kebetulan Kemah kami berdekatan dengan Kemah  kontingen  putra dari kabupaten Bone  dan ternyata ada yang diam- diam naksir bunda he he he, ketahuannya beberapa hari setelah  PW ini selesai ada surat yang datang ke alamat bunda,tapi bunda lupa  namanya siapa .
Bunda dan teman teman  ( dari SMA 1 dan SMA 2 juga beberapa teman lain ) juga  membentuk Sanggar Seni Gita Ning Tyas, kurang lebih kegiatan nya hampir sama dengan sanggar seni yang lain , hanya saja sanggar GTN ini lebih fokus kepada pengembangan Seni Suara . Satu hal yang membanggakan kami adalah ketika kami sukses menyelenggarakan Lomba Pop Singer se- Ajatappareng ( 5 kab/kota yang bertetangga yaitu Kota Pare-Pare, Kab Pinrang, Kab Sidrap, Kab Barru dan Kab Pangkep ). Waktu itu yang menjadi Juri dan Bintang Tamu adalah Chicha Mohtar ( sekarang dikenal dengan nama Machicha Mohtar  ) dan temannya Joni . Pesertanya lumayan banyak dari 5 kab/ kota. Dan sebagai Juaranya adalah Sarwana (sekarang lebih ngetop dengan kelompok vokal Warna nya), kebetulan juga Sarwana ini  adalah anggota dari sanggar seni GTN ini. Tapi bukan karena itu loh sarwana jadi juara he he he, dia memang punya kemampuan vokal yang lebih baik dibanding peserta lain . Buktinya dia bisa eksis sampai ke Jakarta dan terkenal sampai sekarang.
Selain disibukkan oleh beberapa kegiatan seni di ke dua sanggar ini, bunda juga aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Keikutsertaan bunda di organisasi ini bermula ketika bunda dan teman-teman mengikuti Training. Untuk pertama kalinya bunda mengikuti kegiatan seperti ini, dalam training ini kami diberi materi materi tentang keislaman, bagaimana sholat yang baik, kami juga diberi materi tentang kepemimpinan dan lain-lain. Dan yang sangat berkesan dan  sangat menyentuh hati bunda saat di malam renungan, malam terakhir training , bunda di baiat untuk mengucapkan syahadat dengan penuh keyakinan dan kesungguhan . Kami menangis dan menyesali atas segala dosa dan khilaf terutama salah dan khilaf yang kami lakukan kepada orang tua. Esok paginya setelah bunda kembali ke rumah, bunda mendatangi bapak dan mama, memohon ampun atas segala salah selama ini , moment yang mengharukan itu selalu bunda ingat jika setiap kali bunda berbuat salah apalagi kepada mama.  Setelah kegiatan itu selesai, bunda dan teman teman cewe berketetapan untuk menutup aurat, berhijab . Karena dalam training itu jugalah kami baru mengetahui kalau seorang perempuan itu wajib berjilbab. Tapi sungguh sangat disayangkan kepala sekolah tidak mengizinkan kami memakai jilbab ke sekolah, dengan alasan aturan yang tidak membolehkan. Akhirnya keinginan untuk berhijab itu bunda pendam sampai lulus SMA namun berangsur angsur bunda sudah memakainya setiap ada kegiatan di luar sekolah ,walau cuma sekali sekali. Keputusan untuk berjilbab ini juga sempat ditentang oleh orang tua terutama mama dan kakak. Berbagai alasan mereka kemukakan ... takut bunda cuma ikut ikutan, takut nanti sudah pakai lepas lagi dan macam-macam alasan lainnya. Sikap bapak lain lagi , beliau tidak mengiyakan tapi juga tidak melarang. Namun bunda tau kalo sebenarnya bapak mendukung keputusan bunda untuk berjilbab. Itu kelihatan dari perhatian bapak yang tiap kali beliau berangkat ke luar daerah, pulangnya pasti membawakan bunda oleh oleh jilbab dan ciput (penutup kepala). Akhirnya mama dan kakak bundapun akhirnya menyetujui bunda untuk berjilbab.  Alhamdulillah saat tamat SMA, sebelum memasuki bangku kuliah bunda memantapkan hati dan fisik untuk berjilbab . Pada masa itu (akhir tahun 1980 an /awal 1990an) fenomena jilbab belum semarak seperti saat ini . Masyarakat kadang masih menganggap aneh dan mencap  fanatik bila melihat seseorang berjilbab. Bunda ingat betul , di awal berjilbab, setiap bunda jalan ada saja yang mengusili , meneriaki ...awas ada ninja lewat , atau meneriaki ...assalamu alaikum ...tapi dengan nada mengolok.Bunda diam saja dan menjawab salam mereka dengan tersenyum . 
Tahun 1985 , saat itu masih kelas 2, karena bunda cukup aktif di organisasi IPM (yang menyelenggarakan training tadi), bundapun diajak  ikut serta menghadiri Musyawarah Wilayah Muhammadiyah  yang diselenggarakan di kabupaten terluar Sul Sel yaitu di kabupaten Selayar . Perjalanan ke Selayar memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih 8 jam perjalanan. Kami harus melewati beberapa kabupaten /kota untuk sampai ke sana . Dari Pare -Pare kita melewati kab Barru, Kab Pangkep, Maros kemudian masuk ke Kota Makassar dan lanjut melewati Kab Gowa, Takalar, Jeneponto dan Bulukumba . Sesampai di Bulukumba kita menuju ke Pantai Bira untuk melanjutkan perjalanan ke Kab Selayar ini dengan transpotasi Fery. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pohon pohon jeruk manis yang ada di setiap halaman rumah penduduk dan juga ratusan pohon nyiur . Kurang lebih seminggu bunda dan kakak-kakak se organisasi  (kebanyakan mahasiswa dan sarjana ) mengikuti kegiatan Muswil Muhammadiyah ini . Kami tinggal di rumah rumah penduduk . Waktu itu bunda tinggal di sebuah rumah besar dengan ibu haji dan kakak yang sangat baik . Pulangnya dibekali oleh oleh Kacang Melinjo, Krupuk Emping dengan wadahnya  keranjang-keranjang rotan yang cukup unik  dan jeruk manis . Karena kebaikan keluarga tersebut setelah bunda kembali ke rumah, kami selalu bersurat-suratan. Sayangnya hubungan antara bunda dan keluarga di sana gak berlangsung lama, karena keterbatasan sarana komunikasi, dan sekarang bunda sudah gak tau lagi kabar dari sana . Hubungan bunda dan keluarga di Selayar sana hanya sampai saat bunda kuliah . Setelah itu gak ada kabar lagi.  Yach, dulu karena keterbatasan alat komunikasi sehingga hubungan kekerabatan yang sempat terjalin putus di tengah jalan . Tapi Insya Allah dengan semakin maju dan berkembangnya komunikasi saat ini, bunda janji akan mencari informasi tentang mereka baik melalui sarana telekomunikasi HP atau jejaring sosial. Seperti halnya hubungan bunda dengan teman-teman SMP, SMA dan Kuliah terjalin kembali setelah putus puluhan tahun, kami dipertemukan melalui  sarana telekomunikasi HP dan jejaring sosial facebook juga bbm.
      Masih banyak yang ingin bunda tulis ...namun istirahat dl y
Nyambung lagi  ...
      Ada banyak juga moment moment yg cukup berkesan dan masih bunda ingat sampe sekarang . Ada yang lucu, sedih, n membanggakan . Kejadian lucu yang terjadi sekolah antara lain bunda dan teman-teman pernah kepergok sama Pak Ir Landawe (alm) guru matematika kelas Fisika dan Biologi saat kami loncat pagar tembok mau ke kantin RS Tentara buat makan bakso. Teman - teman udah pada di seberang tembok , bunda yg  pas lg di atas tembok teriak ajha ..." bentar aja pak sudah nanggung "  he he  he ada lagi saat kami berencana mo bolos ketauan sama guru piket (lupa wkt itu siapa ). Ceritanya bunda dan teman-teman nitip tas ke salah satu teman (klo gak salah Asriadi) untuk di bawa ke Pagar Samping sekolah ,e eh dasar nih anak apa bego atau  sengaja mo jeblosin kami , tas - tas kami malah di bawanya ke pagar depan, ketauan deh , sampe - sampe pak guru ngomong..." nak, kalo mau nyuri jangan depan polisi, kalo mau bolos jangan depan guru piket " . Aduhhhh tengsin banget deh he he he . Bunda juga pernah loh loncat pagar depan karena telat masuk sekolah Waktu itu masih pake rok pendek , kebayang deh ngangkat rok sambil loncat hi hi hi .Ternyata bunda bandel juga y he he he. 
Di balik itu ada juga moment yang cukup membanggakan, selain prestasi bunda yang setiap semester mendapat peringkat I atau II, bunda pernah juga loh jadi Komandan Upacara , waktu itu giliran kelas bunda yang bertugas, bunda sebagai ketua kelas berinisiatif semua petugas upacara kecuali ajudan pembina semuanya cewe. Jadilah mulai dari komandan upacara, pembawa acara, dirigen, petugas penggerek bendera semuanya cewe. Yang cowo kebagian jadi ajudan n paduan suara he he he.
Rehat lagi ...
Haloooo ...bunda mo nyambung cerita lagi nih
Kali ini tentang  "cowok" or special friend bunda waktu SMA he he he ...
Seperti yang bunda tulis di title Masa SMP, bunda kenalan dengan seorang teman cowok yang berinisial "S" pada suatu acara perkemahan . Meskipun cuman sekali ketemu (pada saat kegiatan itu ) hubungan bunda berlanjut melalui surat menyurat (waktu itu belum ada HP he he he) . Kami berteman cukup lama dari SMP sampai SMA . Pertemanan kami juga putus nyambung , karena ya itu tadi karena melalui surat, terkadang salah alamat atau gimana hubungan itupun terputus. Nyambungnya pas waktu itu ada tetangga yang kebetulan satu daerah dan kenal dengan "S", bundapun minta alamatnya dan kamipun bersurat2an lagi. Terakhir waktu SMA, di samping bunda juga sudah mulai disibukkan oleh kegiatan macam-macam, akhirnya surat suratan kamipun terputus. Beberapa tahun yang lalu kembali bunda menemukan informasi tentang beliau di medsos fb, sempat berkomunikasi via telpon, namun akhirnya kembali lagi terputus karena kesibukan masing masing.
Saat bunda SMA kelas 1, bunda juga  kenalan sama seseorang yang  akhirnya menjadi teman dekat. Inisialnya "Y", awal kenalannya waktu itu bunda sering disuruh ortu untuk ke kampung setiap kamis sore u satu acara ritual rumah kami yang belum dihuni di kampung . Nah bunda nginapnya di rumah nenek. Nah cowok ini tinggalnya di samping rumah nenek, jadilah kami kenalan n berteman. Setiap kali ke sana kami asyik ngobrol ngalor ngidul, sampai suatu malam dia "nembak" bunda . Akhirnya kamipun menjalin pertemanan spesial. But he's ternyata masih ada hubungan keluarga n hitungannya masih my uncle ...ha  ha ha.Hubungan bunda sm "Y" lumayan lama bahkan sampe bunda kuliah . Tapi kami putus begitu saja karena lama lama kok  bosan juga y , soalnya setiap hari si "Y" ini datang terus ke rumah (waktu itu udah kuliah dan bunda ngekost) he he he.
Ooh y ada satu cerita lagi tentang cowok ...kali ini tentang cowok sekelas bunda, inisialnya "AF", tadinya biasa aja sih seperti sikap bunda ke teman2 yang lain di kelas . Waktu sekolah baik SMP, SMA sampe kuliah tuh bunda gak pernah atau tertarik naksir sama teman2 cowok sekelas atau bahkan satu sekolah . Jadi bisa dibilang teman2 cowok di sekolah itu bunda anggap sebagai  sahabat n saudara ajha. Di samping itu, bunda waktu sekolah kan udah punya teman spesial (yang bunda ceritain di atas ). Jadi memang gak pernah merasa tertarik atau naksir sama teman sekolah.  Nah, sama cowok yang satu ini awalnya sebbel banget, kenapa ... dia itu sikap n gayanya angkuh banget ...dingin . Kami bahkan jarang ngobrol walau sepatah dua kata. Kalo gak salah ingat dulu itu kami pernah cekcok n akhirnya diam2an sampe tiba kelulusan (lulus SMA baru kami baikan). Tapi lama lama kok cowok ini beda y di mata bunda n diam diam bunda naksir loh sama dia ...ha ha ha. Bunda gak tau apa waktu itu dia tau bunda naksir dia hii hii hiii.  Dia tau bunda naksir dia setelah tuir begini. Ceritanya setelah puluhan tahun gak ada kabar, beberapa tahun yang lalu hubungan pertemanan kami tersambung  melalui HP. Saat kami asyik ngobrol via telpon, ngobrol ngalor ngidul tentang masa SMA, akhirnya bunda ngaku kalo dulu pernah naksir dia, haaa haaa haaa kami ketawa ngakak barengan. Kok baru  ngaku sekarang katanya, he he he .Lucu juga y. Moga2 bunda n Mr Cold ini bisa ketemuan suatu saat nanti.  Kepengen banget rasanya ngobrol langsung face to face dengan si Mr Angkuh ini he he he.
Nah ...itu tadi cerita tentang cowok . 
Ada  lagi cerita tentang bunda yang gak bisa dilupain seumur hidup . Gini ceritanya ...
Saat bunda SMA kelas 2, saat di mana  aktif aktifnya bunda mengikuti berbagai kegiatan,  baik kegiatan seni, organisasi  dan pramuka , bunda mendapat ujian berupa penyakit kulit yang sangat mengganggu penampilan . Di wajah, lengan dan betis bunda itu gatalnya minta ampun, sampe2 kulit itu merah kehitaman, aduh betul betul menyiksa. Dan anehnya meradangnya di waktu malam gatallll n paginya wajah bunda bengkak bengkak . Bunda pun menjalani perawatan dokter,kurang lebih 6 bulan itu hampir setiap minggu bunda disuntik dan diberi obat untuk dikonsumsi untuk mengurangi rasa gatal . Jika bunda terlambat sehari saja tidak disuntik kulit disekujur tubuh ini pasti gatal lagi. Selama itu juga , bunda pun tidak bisa makan semua jenis sea food, bumbu2 yang merangsang seperti cabe dan merica . Jadi bunda bisanya cuman makan tahu tempe n sayur bening . Ngeliat kepiting or udang tanpa menyentuhnya sama sekali sudah membuat kulit ini langsung meradang kemerahan ...aneh y . Waktu itu bunda merasa bosan juga menjalani perawatan medis. Berbagai upaya lainpun bunda jalani, bunda pernah dibawa ke sumber air panas belerang yang katanya berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit. Tempatnya lumayan jauh dari kota bunda dan sampai di sana bunda juga harus melalui jalan setapak untuk sampai ke sumber air belerang tersebut. Bundapun sambil menahan nafas, gak tahan bau belerang, mandilah di sana. Tapi hasil yang diharapkan gak sesuai, penyakit bunda  gak kunjung sembuh juga. Upaya lain  ketika bunda di ajak oleh tante untuk berobat alternatif. Awalnya agak sulit juga karena bapak (ayah bunda) gak pernah setuju cara cara pengobatan alternatif seperti kebanyakan di masyarakat . Tapi tante mencoba meyakinkan bahwa yang akan kami datangi ini bukan seperti "Sanro2"  yg lain yang cara pengobatannya cenderung bisa membuat kita berlaku musyrik . Akhirnya bundapun di antar ke kampung sang "Sanro" yang ternyata cukup jauh . Kira-kira 2 jam perjalanan kami pun sampe di desa yang mayoritas penduduknya nelayan. Sampe di sana kami tidak bisa langsung berobat, karena harus menunggu "sanro"nya dirasuki titisan "maraddiah" yang bisa mengobati. Jika titisan itu keluar dari raganya, dia hanya seorang nelayan biasa yang tidak punya kemampuan untuk mengobati. Menjelang maghrib, kami pun diberitahu oleh seseorang kalo "sanronya" sudah bisa ditemui . Bundapun masuk ke rumahnya yang hanya berukuran kira2 2x3 m (ternyata beliau itu seorang nelayan miskin yang kehidupannya sangat memprihatinkan), bunda disuruh duduk di atas tikar pandan kemudian "sanro" nya sambil berdoa menggosok2 tikar itu  dengan tangannya dan kemudian mengusapnya di bagian tubuh bunda yang gatal . Hanya seperti itulah ritual pengobatannya tanpa embel macam2. Dan sanro ini sama sekali tidak mau bahkan pantang di beri uang sebagai tanda balas jasa. Sebelumnya tante memang sudah di beritahu jadi kami ke sana hanya membawa beras dan gula, itupun di titip di belakang rumah Sebelum kami pulang , kami diberitahu kalau ada 2 ritual lagi yang harus bunda jalani, yaitu harus dimandikan di rumah dan di laut . Beberapa hari kemudian "sanro"nya dijemput untuk datang ke rumah dan bundapun dimandikan. Tapi entah karena apa bunda waktu itu gak mau dimandiin di laut .Yachhh setelah menjalani berbagai pengobatan, berangsur-angsur bekas gatal yang kadang berair karena digaruk pelan-pelan mulai agak kering dan rasa gatalnya mulai berkurang, namun rutinitas suntik dan obat dokter masih terus berlanjut. Hingga menjelang kelulusan SMA bunda bernazar " Ya Allah sekiranya penyakit ini sembuh, Insya Allah saya akan memakai jilbab setelah tamat SMA " . Alhamdulillah ...penyakit gatal itu pun berangsur-angsur hilang bahkan tak berbekas sama sekali . Dan berangsur-angsur pula bunda membiasakan berjilbab di luar sekolah karena seperti yang bunda ceritain di atas , sekolah kami masih tidak memperbolehkan siswinya berjilbab ( tahun 1984-1987).Jadi setiap ada kegiatan di luar sekolah , bunda usahakan memakai jilbab.
Kebahagian bunda yang sangat berkesan adalah di saat-saat terakhir bunda menjalani masa study di SMA . Bunda bersama teman teman , kalo tidak salah ada 56 orang berhasil lulus seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur PMDK , jadi otomatis kami bisa melenggang ke fakultas idaman kami tanpa tes. Alhamdulillah ya  Allah, bunda diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, salah satu universitas negeri di Indonesia dan menjadi favorit di Indonesia bagian Timur .Bahkan mahasiswanya ada yang berasal dari Malaysia dan Brunei.
Nah ... sebelum bunda akhiri cerita masa-masa SMA , bunda ingin bercerita sedikit  tentang guru guru bunda waktu SMA, semua guru guru bunda sangat baik dan berkesan tapi ada beberapa orang guru yang menjadi guru favorit bunda waktu itu yang gak bisa bunda lupakan sampai sekarang ini . Siapa saja ,ikuti ceritanya ..

1. Pak Sukarta 
    Guru bidang studi Matematika
    Orangnya Tinggi Besar, Gantengnya lumayan
    Gelar di sekolah : Guru Paling Killer 
    Pertama kali beliau masuk ke kelas kami (kelas I.4) sudah membuat teman teman terdiam. Aura kekillerannya (he he he) sudah mulai terlihat. Setelah memperkenalkan diri, beliaupun mengabsen nama nama kami,but nama bunda kok ngga dipanggil y . Demikian, setiap kali beliau masuk mengajar, pasti absen dulu dan setiap kali itu pula nama bunda gak pernah disebut. Kenapa y ...penasaran ? ya teman2 bundapun penasaran dan baru menyadari, loh kok setiap pak sukarta absen nama kamu ga pernah dipanggil . Tadinya bunda  diam-diam aja, senyum simpul. Sampe suatu ketika beliau sendiri yang memperkenalkan ke teman-teman kalau bunda itu adalah his cousin bunda ...haa haa haa ...pantas saja kata teman teman, nama kamu gak pernah dipanggil . Namun begitu, walaupun beliau adalah my cousin , tapi beliau tidak pernah membeda2kan setiap siswanya. Satu yang bunda gak bisa lupain adalah kalau beliau sudah mengajar dan kami di suruh ke depan untuk mengerjakan soal , sambil kami nulis,  penghapus papan sudah di atas kepala, siap-siap menghantam kepala kami kalau kami salah menjawab soal. Wah ...bener2 horor kalo udah nama kami dipanggil ke depan . Di balik ke hororannya mengajar, cara beliau memberi materi pelajaran sangat mantap dan tulisannya sangat unik , bahkan beberapa mantan siswa beliau meniru gaya tulisan beliau. But, jangan coba-coba bersikap bandel di hadapan beliau, salah-salah kena damprat bahkan kena pukul deh, untungnya beliau ini gak ngajar di masa sekarang y ...kalau nggak bisa masuk bui tuh kena kasus kekerasan di sekolah hee hee hee.

2. Ibu Aisyah
    Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia
    Keibuan...Cantik n Baik Hati
Beliau guru bahasa Indonesia waktu bunda kelas 2 , cara mengajar beliau sangat lembut bahkan terkesan gak pernah marah atau ngeluh melihat kebandelan siswa siswinya. 

3. Mr Suharjo
    English Teacher
    Enjoying ...friendly 
Beliau orangnya cukup enjoy, gaya ngajarnya juga gak serius amat. Beliau menganggap siswa siswinya seperti teman .Karena sikap beliau itu kami tidak pernah sungkan-sungkan kalau ada sesuatu hal yang ingin kami diskusikan. Bahkan ada beberapa kali kami buat acara makan-makan di rumah beliau saking dekatnya beliau sama anak didiknya. Di rumah beliau kami masak, makan-makan sambil bergitar ria ...aduhhh kangen banget suasana itu.

4. Ada beberapa orang lagi yang masih bunda ingat, ada pak yahya, pak badaruddin, pak Mashuri , pak Hasan Ramlan (Kepsek kami ,sdh alm.) dan lain-lain.
Terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan bapak dan ibu guru atas ketulusan dan keikhlasan bapak ibu mendidik kami hingga bisa seperti sekarang . Karena didikan dan asuhan bapak ibu guru kami sekarang sudah bisa membaktikan diri di beberapa tempat sesuai bidang kami Alhamdulilah ...teman-teman bunda sudah ada yang Prof, ada Doktor, dokter, Pejabat di pemerintahan dan BUMN , Pengusaha hebat, ada hakim, ada pengacara dan sebagainya. Ada juga yang mengabdikan diri sebagai Ibu Rumah Tangga Sejati, suatu profesi yang gak kalah berat n  penting dibanding profesi lain .
Demikian perjalanan hidup bunda selama SMA,masa-masa yang penuh kenangan baik suka dan duka , masa-masa yang kata orang adalah masa masa indah dalam perjalanan hidup seseorang . 
Ok ...read next tittle ...Masa-Masa Kuliah (1987-1992) 
note : 
Sanro : Dalam kehidupan masyarakat suku kami, sanro adalah seseorang yang memiliki kemampuan khusus, baik sebagai tabib (dukun), atau juga mereka yang memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit tanpa melalui proses medis.
Maraddiah : salah satu gelar kebangsawanan di satu daerah di Sul Bar.


       




Tidak ada komentar:

Posting Komentar